Manajemen membela kontraktor pembangunan Masjid Al Barkah senilai Rp 9,75 miliar

TEMPO.CO, Jakarta – Pengelola Masjid Al Barkah di Jalan Raya Bekasi KM 23, Kecamatan Cakung Timur, Jakarta Timur, membela kontraktor Ahsan Hariri. Pengelola masjid ini membantah biaya pembangunan sebesar Rp 9,75 miliar diduga digunakan Ahsan dan menyebabkan pembangunan tiga lantai terhenti.

“Hati-hati kalau bilang kontraktornya kabur, Anda Salah. Tidak buram. “Menurut saya dia masih mau menjalankan tugasnya,” kata Bendahara Pengelola Masjid Al Barkah Tamami saat ditemui di rumahnya di Ujung Rawa, Pulogebang, Cakung. Jakarta TimurRabu malam, 8 Mei 2024.

Ia mengatakan, informasi yang beredar soal Ahsan kabur saat pembangunan masjid tidak benar. “Saya kira itu kesalahan kontraktor sehingga dia melarikan diri, bukan? Anda katanya kontraktor mengambil uang itu. Padahal kontraktornya masih di rumah, kata Tamami, menurutnya, Ahsan tinggal di rumah orang tuanya di kawasan Kayu Tinggi, Jakarta Timur.

Saat ditanya pimpinan masjid apakah pernah mempertanyakan mengapa bangunan tersebut tidak selesai pada 4 Juli 2023, Tamami menjawab tidak pernah. Namun, dia menjelaskan, Ahsan sudah mengaku akan menyelesaikan pembangunannya. “Katanya masih dikerjakan. Karena masih dikerjakan. Itu jawaban keseluruhannya. Kemarin baru kerja,” ujarnya.

Tamami mengatakan dia bertemu Ahsan dan membahas masalah pembangunan. Namun saat ditanya kapan pertemuan itu berlangsung, dia menjawab pembicaraan dengan Ahsan hanya lewat telepon. “Jarang, Bagaimanapun. Sudah (berkata), tapi lewat telepon. Anda bisa menelepon, tapi kami tidak bisa,” katanya.

Tamami mengatakan dia berbicara dengan Ahsan selama konstruksi. Sebelumnya, ketika pembangunannya gagal rampung pada 4 Juli 2023, pengurus masjid meminta komitmen Ahsan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Ahsan diberi tambahan waktu mulai Januari 2024 hingga 21 April 2024. Namun, proyek bernilai miliaran rupiah itu tak kunjung ia selesaikan.

Pengurus masjid meminta Ahsan memberikan pernyataan. Isinya komitmen kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan pada 21 April 2024. Pada poin 1 pernyataan Ahsan dan pengurus masjid, biaya yang dikeluarkan dalam proses pembangunan masjid sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.

“Apabila kontraktor tidak memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu yang telah ditentukan yaitu tanggal 21 April 2024, maka Pak Ahsan bersedia menempuh jalur hukum,” demikian tertulis dalam poin 2 pernyataan Ahsan dan disetujui Ahmad pada 4 Januari 2024. .

Periklanan

Poin 5 menyebutkan Rp 9,75 miliar diberikan kepada Ahsan untuk biaya pembangunan. Dan biaya sebesar Rp9.751.864.450 diterima sepenuhnya oleh kontraktor/Ahsan, demikian bunyi poin terakhir.

Tamami tidak menanggapi alasan Ahsan tidak menyelesaikan pembangunan setelah diberi waktu empat bulan lagi. Katanya, tidak rampungnya masjid itu urusan Ahsan. Makanya kita tidak tahu, itu urusannya. Katanya, yang penting tetap mau, ujarnya.

Tamami tak menanggapi poin kedua surat perjanjian yang kini ditempelkan pada bangunan masjid lama dan baru. Jika Ahsan tidak menyelesaikan proyek tersebut hingga 21 April 2024, akan diambil tindakan hukum. Ia mengatakan, proses hukum terhadap Ahsan berada di bawah kewenangan Ketua Pimpinan Masjid Al Barkah Ahmad Satiri.

“Itu mah ketua. Bukan kita. “Kami tidak menandatangani, kami tidak mengerti,” ujarnya, hanya Ahsan, Ahmad, dan istri Elis Rohmawati yang ada dalam surat tersebut. Tamami mengaku tidak mengenal Elis.

Akibat terhentinya pembangunan tersebut, muncul tudingan warga bahwa Ahsan melakukan pencurian uang pembangunan masjid. Salah satu warga mengatakan, masyarakat hanya ingin pembangunan masjid tersebut selesai. Namun kenyataannya di luar dugaan, uang itu dibagi dan diambil oleh pemilik proyek PT Segara Bangun Sejahtera, Pak Ahsan Hariri, kata Rahim –bukan nama sebenarnya– dalam pertemuan di Cakung Timur, Jumat, 3 Mei. .

Pilihan Redaksi: Duel Maut Manusia Silver di Prambanan Klaten Tewaskan 2 Orang, Pelaku Masih Diburu



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *